Kolaborasi Dosen UTU dan UGM, Lahirkan Produk Beleyam dan Jalak Sebagai Upaya Penurunan Wasting dan
  • UTU News
  • 27. 11. 2020
  • 0
  • 416

MEULABOH - UTU | Dalam rangka mencegah dan menanggulangi angka wasting dan stunting, dosen Universitas Teuku Umar bekerjasama dengan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai TPM telah menciptakan produk MP-ASI BELEYAM (Beras, Lele, dan Bayam) dan JALAK (Jagung, Kedelai, dan Kacang – kacangan).

Produk yang ramah lingkungan dan ekonomis ini dirancang dalam bentuk sereal (6-12 bulan) dan biskuit (13-24 bulan). Uji coba kandungan gizi di laboratorium terbukti bahwa angka gizi yang cukup tinggi terdapat pada kedua produk tersebut. Sejatinya, pemberdayaan ibu baduta menjadi hal mutlak yang harus dilakukan.

Program penelitian tahun lanjutan ini menitikberatkan pada edukasi, pemberdayaan, dan pendampingan ibu baduta yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran, meningkatkan pengetahuan, serta membuka wawasan tentang pentingnya memperhatikan dan menginovasikan MP – ASI lokal yang dikonsumsi oleh baduta sehingga memenuhi angka kecukupan gizi.

Edukasi dan pemberdayaan yang diberikan oleh ketua peneliti, Fitriani, SKM, M.Kes membahas tentang kebutuhan gizi baduta dimasa golden age nya serta kemampuan ibu yang harus dikembangkan dalam membuat MP-ASI home made berbahan komoditi lokal. Antusiasme peserta dalam mendengarkan dan mendiskusikan topik yang dipaparkan terlihat jelas dari motivasi peserta dan jumlah pertanyaan yang diajukan.

Setelah adanya peningkatan pengetahuan ibu baduta yang diukur melalui pre-test dan post-test, tim peneliti yang teridiri dari TPP (Fitriani, SKM, M.Kes, Teungku Nih Farisni, SKM, M.Kes, dan Veni Nella Syahputri, S.Pd.,M.Pd) serta TPM (Dr. Lily Arsanty Lestary, STP, MP dan Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes) melakukan pendamping secara berkala ke rumah ibu baduta.

Hasil kajian produk kreativitas dosen ini merupakan sinergisitas dosen di bidang riset yang akan dipatenkan sebagai core product UTU “Agro and Marine Industry”. Disamping itu, kajian produk MP-ASI tersebut akan dioptimalisasikan dan diproduksi dalam skala yang lebih besar sehingga mampu memenuhi nutrisi baduta dan meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :